Penguatan Program Kampanye Calon Anggota Legislatif 2014 & Calon Kepala Daerah 2014-2019


Dinamika Pesta Demokrasi 2014 telah memasuki tahap pengenalan calon kepada Konstituen, semakin diperlukan sebuah terobosan bermaterikan PENGUATAN pada Program Kampanye Calon Anggota Legislatif & Calon Kepala Daerah.

Setiap penyelenggaraan Pemilu di seluruh wilayah Indonesia, hampir semua kandidat masih berkutat pada metode kampanye yang terkesan ritual & formalitas. Menjadi semakin berat, ternyata hampir semua juga kandidat melakukan metode yang sama/ identik. Dampaknya kampanye tersebut berakhir percuma, karena tidak efektif menggerakkan calon pemilih untuk mantap menentukan pilihan.

Diantaranya;
1. Rapat akbar berisi orasi & janji-janji politik yang biasa dibumbui hiburan rakyat
2. Pemasangan tanda gambar/ foto yang merusak ketertiban & keindahan
3. Iklan Media Massa (elektronik, cetak, online) sangat mahal
4. Serap aspirasi/ Safari ke kantong suara, ribet, boros
5. Bagi-bagi sembako, baju, kartu nama, bahkan UANG TUNAI, dll.

Sekarang masyarakat sudah jauh lebih kritis, jenuh, bahkan cenderung apatis terhadap pendekatan yang ditempuh para Caleg tersebut. Faktanya, partisipasi masyarakat yang pada akhirnya menggunakan hak pilih rata-rata hanya di kisaran 40% - 60%. Hal ini jelas merupakan masalah yang sangat serius bagi perjuangan para Calon Anggota Legislatif dan Calon Kepala Daerah dalam pertarungan Pemilu.

Sikap skeptis masyarakat tersebut harus direspon dengan tanggap dan tetap arif tanpa melanggar regulasi Pemilu. Dibutuhkan strategi yang cermat untuk meraih kembali kepercayaan publik, memenangkan hati calon pemilih dan tentunya meraih suara sesuai target.

Kami sampaikan penawaran yang sangat menarik kepada Bapak/ Ibu Program yang sudah kami laksanakan di berbagai kampanye Calon Anggota Legislatif maupun Calon Kepala Daerah.

Semoga Bapak/ Ibu berkenan dan semoga kegiatan ini membawa kebaikan bagi semua pihak, terimakasih.


Pemeriksaan Refraksi & Tajam Penglihatan






























 












Bagaimana Bisa Biaya Prospek SATU SUARA Hanya Rp. 17.500

SIMULASI KEUNTUNGAN SISTEM SHARING BIAYA

Bapak Klmno (Caleg DPD-RI Asal Dapil Propinsi Bali) membangun strategi kemitraan dalam kegiatan kampanyenya dengan Caleg salah satu Partai kontestan Pemilu 2014;
1. Bapak A; Caleg DPR-RI Dapil Bali
2. Bapak B; Caleg DPRD Propinsi Bali Dapil 1 (Kota Denpasar)
3. Bapak C; Caleg DPRD Kota Denpasar Dapil 5 (Denpasar Selatan)

Keempat Caleg tersebut menggelar kampanye dengan Intervensi Penguatan Kampanye (BAKTI SOSIAL) terhadap 30.000 CALON PEMILIH dengan Total Biaya Rp. 2.100.000.000.
Untuk memprospek 30.000 suara, masing-masing Caleg tersebut cukup menyiapkan dana Rp. 525.000.000
Hal tersebut juga berarti, untuk memprospek SATU SUARA hanya menghabiskan biaya Rp. 17.500

BANDINGKAN DENGAN BELANJA KEGIATAN KAMPANYE LAIN
BANDINGKAN DENGAN EFEKTIFITAS KEGIATAN KAMPANYE LAIN






DKI Jakarta: @Rp 60.000
Minimum Order 20.000 buah + Mobilisasi*
Minimum Order 25.000 buah

LUAR DKI Jakarta: @Rp 70.000 
Minimum Order 20.000 buah + Mobilisasi* + Akomodasi**
Minimum Order 25.000 buah + Mobilisasi*
*Mobilisasi; Pergi-Pulang (PP) Tim Kesehatan Penguatan Kampanye (+barang) dari Bandara Utama ke Lokasi Intervensi 
**Akomodasi; Penginapan.
Satu TimKes terdiri dari; 2 Ahli RO + 2 Petugas Kacamata + 1 Supervisor Program; Total 5 orang

OPSI 1
BAPAK ABCDE, MM.
CALEG DPR RI DAPIL KALIMANTAN TIMUR
PARTAI NUSANTARA,
DOMISILI TENGGARONG, KAB. KUTAI KARTANEGARA 
Konstituen sebanyak 20.000 orang (Bakti Sosial 20 Hari, Dua TimKes)
Harga Kacamata Jauh-Dekat (Bifocus Lens) @Rp 70.000
Total Biaya 20.000 x Rp. 70.000 = Rp 1.400.000.000 
Plus Akomodasi + Mobilisasi PP Bandara Sepinggan (Balikpapan) - Lokasi Intervensi.
Total Biaya Kampanye tersebut dapat di-SHARE dengan mitra Bapak Abcde sesama Caleg Partai Nusantara + DPD di:
  1. DPRD Propinsi Kalimantan Timur DAPIL 4 (Kab. Kutai Barat & Kab. Kutai Kartanegara) 
  2. DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara DAPIL 1 (Kec. Tenggarong)
  3. DPD Propinsi Kalimantan Timur
 DENGAN TETAP INTERVENSI 20.000 ORANG CALON PEMILIH.

OPSI 2
BAPAK ABCDE, MM.
CALEG DPR RI DAPIL KALIMANTAN TIMUR
PARTAI NUSANTARA,
DOMISILI TENGGARONG, KAB. KUTAI KARTANEGARA 
Konstituen sebanyak 25.000 orang (Bakti Sosial 25 Hari, Dua TimKes)
Harga Kacamata Jauh-Dekat (Bifocus Lens) @Rp 70.000
Total Biaya 25.000 x Rp. 70.000 = Rp 1.750.000.000
Plus Mobilisasi PP Bandara Sepinggan (Balikpapan) - Lokasi Intervensi.
Total Biaya Kampanye tersebut dapat di-SHARE dengan mitra Bapak Abcde sesama Caleg Partai Nusantara + DPD di:
  1. DPRD Propinsi Kalimantan Timur DAPIL 4 (Kab. Kutai Barat & Kab. Kutai Kartanegara) 
  2. DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara DAPIL 1 (Kec. Tenggarong)
  3. DPD Propinsi Kalimantan Timur
 DENGAN TETAP INTERVENSI 25.000 ORANG CALON PEMILIH.

OPSI 3
BAPAK FGHIJ, MKes.
CALEG DPRD PROPINSI DKI JAKARTA DAPIL 1 (JAKARTA PUSAT)
PARTAI TIMSES,
DOMISILI CEMPAKA PUTIH, JAKARTA PUSAT
Konstituen sebanyak 20.000 orang (Bakti Sosial 20 Hari, Dua TimKes)
Harga Kacamata Jauh-Dekat (Bifocus Lens) @Rp 60.000
Total Biaya 20.000 x Rp. 60.000 = Rp 1.200.000.000
Plus Mobilisasi ke Lokasi Intervensi 
Total Biaya Kampanye tersebut dapat di-SHARE dengan mitra Bapak Fghij sesama Caleg Partai Timses + DPD di:
  1. DPR RI DAPIL DKI 2 (Jakarta Pusat, Jakarta Selatan) 
  2. DPD Propinsi DKI Jakarta
 DENGAN TETAP INTERVENSI 20.000 ORANG CALON PEMILIH.

OPSI 4
BAPAK FGHIJ, MKes.
CALEG DPRD PROPINSI DKI JAKARTA DAPIL 1 (JAKARTA PUSAT)
PARTAI TIMSES,
DOMISILI CEMPAKA PUTIH, JAKARTA PUSAT
Konstituen sebanyak 25.000 orang (Bakti Sosial 25 Hari, Dua TimKes)
Harga Kacamata Jauh-Dekat (Bifocus Lens) @Rp 60.000
Total Biaya 25.000 x Rp. 60.000 = Rp 1.500.000.000
Total Biaya Kampanye tersebut dapat di-SHARE dengan mitra Bapak Fghij sesama Caleg Partai Timses + DPD di:
  1. DPR RI DAPIL DKI 2 (Jakarta Pusat, Jakarta Selatan) 
  2. DPD Propinsi DKI Jakarta
 DENGAN TETAP INTERVENSI 25.000 ORANG CALON PEMILIH.

OPSI 5
BAPAK KLMNO, MHum.
CALEG DPD RI DAPIL PROPINSI BALI
DOMISILI DENPASAR 
Konstituen sebanyak 30.000 orang (Bakti Sosial 30 Hari, Dua TimKes)
Harga Kacamata Jauh-Dekat (Bifocus Lens) @Rp 70.000
Total Biaya 30.000 x Rp. 70.000 = Rp 2.100.000.000
Plus Mobilisasi PP Bandara Ngurah Rai - Lokasi Intervensi.
Total Biaya Kampanye tersebut dapat di-SHARE dengan mitra Bapak Klmno yang bertarung di Pileg DPR/ DPRD dengan DAPIL yang sama:
  1. DPR RI DAPIL BALI (1 orang diantara 120 Caleg)
  2. DPRD PROPINSI BALI (Masing-masing 1 orang dari DAPIL DPRD Propinsi, total 9 orang)
  3. DPRD KABUPATEN-KOTA SE-BALI (Masing-masing 1 orang dari DAPIL DPRD 8 Kabupaten & 1 Kota, total 42 orang)
DENGAN TETAP INTERVENSI 30.000 ORANG CALON PEMILIH.

SERANGAN FAJAR? NO!















Biaya Calon Anggota Dewan Hingga Rp 6 Miliar
Sejumlah calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat mengaku bahwa kompetisi merebut kursi legislatif pada Pemilu 2014 tak semata menjual visi dan misi. Untuk menggaet pemilih, kandidat mesti merogoh kocek miliaran rupiah. “Pemilu masih diwarnai pertarungan uang, bukan visi dan misi,” kata politisi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Martin Hutabarat kepada Tempo pekan lalu.

Martin mengatakan, calon legislator harus membiayai diri sendiri untuk memperkenalkan diri pada masyarakat. Martin, yang dipasang untuk daerah pemilihan Sumatera Utara II, mengklaim mesti menyiapkan sedikitnya Rp 1,3 miliar, masing-masing Rp 650 juta untuk mencetak baliho, dan Rp 750 juta untuk biaya tatap muka dengan para pemilih.

Calon legislator Partai Demokrat Ruhut Sitompul menambahkan, pertemuan tatap muka menghabiskan porsi paling besar. Ruhut, yang berencana maju dari daerah pemilihan Sumatera Utara I, mengklaim, politisi butuh sedikitnya Rp 1 miliar untuk menjadi calon legislator. Kurang dari itu, seorang calon sulit berkampanye. Sebabnya, katanya, partai tidak membantu kebutuhan dana kampanye calon.

Dalam penelitian disertasi doktornya, Wakil Ketua DPR Pramono Anung mengatakan, modal menjadi calon legislator tergantung latar belakang si kandidat. Figur publik dan artis biasanya menyiapkan dana maksimal Rp 600 juta. Sementara birokrat dan pengusaha, setidaknya menyediakan Rp 6 miliar. “Anggaran artis lebih sedikit karena sudah punya modal popularitas,” kata dia.

Pramono mengakui biaya calon selama kampanye tak sebanding dengan pendapatan bersih anggota DPR, yang rata-rata Rp 50 juta per bulan. Namun, seorang pengusaha yang terpilih menjadi anggota DPR bisa memanfaatkan kemudahan akses informasi tentang kebijakan pemerintah. Bermodal jaringan bisnis, mereka dapat mengantisipasi kebijakan yang diterbitkan pemerintah.

Direktur Eksekutif Pol-Tracking Institute Hanta Yuda menyatakan, tingginya biaya politik pada Pemilu 2014 bakal berdampak pada korupsi politik di Tanah Air. Ia menegaskan, tidak sedikit dari calon legislatif yang berharap uangnya kembali. Karena biaya politik tinggi bakal meningkatkan
 political cost dan juga memunculkan money politics,” kata Hanta.

Memulai debut sebagai calon legislator dari Partai NasDem, Taufik Basari, yang juga pengacara, hanya menyiapkan dana Rp 200 juta. Sejak awal ia bertekad menghindari politik biaya tinggi. Jika dana yang dihabiskan terlalu banyak, ujar Taufik, legislator hanya berpikir mengembalikan modal selama kampanye. "Saya akan membangun kesadaran masyarakat soal ini.”
(Sumber: TEMPO.CO)